Vini Ameli BENDUM II GMOCT "Cerita Jurnalis Victor" Tak Gentat Mengungkap Yang Benar
Jakarta, Bandunginvestigasi.com - Saat kita mengandalkan berita sebagai sumber informasi yang akurat, jurnalis bekerja keras memburu informasi dari narasumber terdepan, medan yang sangat berisiko, bahkan ancaman dan teror dari pihak-pihak yang kepentingannya terganggu ketika fakta disajikan kepada masyarakat.
Tapi kenyataan itu tak membuat Victor Mambor, jurnalis asal Papua, menghentikan perjuangannya untuk menyibak kebenaran di Papua melalui jurnalisme yang akurat dan berpihak pada masyarakat yang tertindas. Victor pernah mengalami berbagai macam tekanan.
“Sampai khatam,” tuturnya. Mulai dari kekerasan secara verbal, doksing, dan teror berbuntut yang mengancam diri dan keluarganya mulai dari pengrusakan mobil di tahun 2021 hingga bom yang meledak 5 langkah dari rumahnya baru-baru ini. Rentetan kasus kekerasan yang telah ia laporkan ke pihak berwajib itu tampaknya hanya menjadi berkas menumpuk di kepolisian. Victor tak pernah tahu siapa pelakunya dan apakah mereka akan diadili. Artinya impunitas terus langgeng sampai hari ini.
Victor sadar akan kompleksitas konflik di Papua. Namun penindasan, kemiskinan, dan rasa takut berkepanjangan yang dialami kebanyakan masyarakat Papua masih asing di mata publik. Bumi Papua yang menyimpan berjuta kekayaan alam menjadi daya tarik pihak-pihak bermodal bak pencari harta karun. Alih-alih mendatangkan kemakmuran bagi penduduk aslinya, kekayaan sumber daya alam dimonopoli oleh segelintir orang sedangkan rakyatnya tergusur, lapar, dan mati ditangan oknum.
Kenyataan itulah yang ingin Victor terus suarakan sebagai seorang jurnalis. Teror dan ancaman yang ia alami mungkin telah mati rasa dibandingkan nasib orang asli Papua yang setiap waktu berhadapan dengan rasisme, pemiskinan, dan konflik bersenjata. Sampai kapan ia tak tahu. Tapi Victor tak menyerah, dengan harap bahwa kebenaran yang dikuak suatu saat akan membawa perubahan.

Posting Komentar