Polsek Sukaluyu Diduga Main Mata Dengan Mafia Obat Terlarang, Nyatanya Penindakan Warung Penjual Obat Daftar G Dianggap Pencitraan
Menurut Informasi lokasi tersebut sudah ditindak dan Viral Pembeiutaan di beberapa media online. Namun, lokasi tersebut kembali berjualan, diduga kuat terkait dengan adanya "Uang Kordinasi" demikian, kebenaran informasi ini masih belum terkonfirmasi dan menjadi spekulasi liar di tengah masyarakat.
Diketahui, Omzet penjualan mencapai Jutaan rupiah yang menunjukkan tingginya permintaan di kawasan tersebut, Tepatnya di Jalan Raya Cibogo - Ciranjang, Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Senin 20/4/2026
Hasilnya menengangkan, Penjaga warung yang ditemui di Lokasi secara terang-terangan mengaku adanya “uang koordinasi” kepada oknum aparat penegak hukum, khususnya Polsek Sukaluyu.
Menanggapi kondisi tersebut, Bendahara Umum II Gabungan Media Online Cetak Ternama (GMOCT) menduga adanya indikasi kuat kerjasama, setiap kali aparat hendak melakukan penindakan. Menurutnya, pola yang terjadi bukan lagi kebetulan, melainkan berulang dan sistematis.
“Setiap kali aparat datang, lokasi selalu kosong. Namun anehnya, satau hari kemudian aktivitas penjualan obat keras kembali berjalan normal, seolah tidak pernah ada penindakan. Ini pola berulang yang patut diduga sebagai kebocoran informasi,” tegas Teguh Kamis (20/4/26).
Vini Ameli menilai kondisi ini sangat berbahaya karena tidak hanya mencederai rasa keadilan masyarakat, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. Terlebih, peredaran obat keras ilegal berdampak langsung terhadap generasi muda dan keamanan lingkungan.
“Jika aparat hanya datang tanpa hasil, masyarakat akan menilai penegakan hukum sebatas formalitas. Ini persoalan serius karena menyangkut keselamatan masyarakat, bukan sekadar pelanggaran ringan,” ujarnya.
Ia pun mendesak Kaplsek Sukaluyu, Kapolres Cianjur untuk tidak menutup mata dan segera melakukan evaluasi internal secara menyeluruh, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan oknum aparat yang diduga bermain mata dengan jaringan pengedar obat keras.
“Harus ada audit internal, Jika ditemukan oknum yang menyalahgunakan kewenangan, tindak tegas tanpa kompromi. Jangan biarkan satu atau dua oknum merusak marwah institusi,” kata Vini Amelia
Lebih lanjut, Vini Amelia menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh bersifat reaktif, seremonial, atau sekadar merespons laporan sesaat. Menurutnya, dibutuhkan langkah berkelanjutan, pengawasan ketat, dan transparansi agar praktik peredaran obat keras ilegal benar-benar bisa diputus.
“Penindakan harus konsisten dan berkelanjutan. Negara tidak boleh kalah oleh jaringan penjual obat keras. Jika dibiarkan, ini sama saja memberi ruang tumbuh bagi kejahatan,” pungkasnya.
Teguh berharap aparat penegak hukum dapat segera membuktikan komitmen nyata di lapangan, demi menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat Cianjur, khususnya di wilayah Hukum Polsek Sukaluyu
Hingga berita diterbitkan Kanit Reskrim Polsek Sukaluyu Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsAppnya Bungkam/diam membisu. (Red/Mumu)

Posting Komentar