Telusuri
24 C
id
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
BandungInvestigasi.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Politik
  • Olahraga
  • Opini
  • Wisata
  • Teknologi
  • Info dan Tips
  • Kesehatan
  • Kuliner
BandungInvestigasi.com
Telusuri

Beranda Warga Cirebon Kecam Dugaan Pencemaran Lingkungan oleh PT Indocement: Desak Penegakan Hukum dan Transparansi Warga Cirebon Kecam Dugaan Pencemaran Lingkungan oleh PT Indocement: Desak Penegakan Hukum dan Transparansi

Warga Cirebon Kecam Dugaan Pencemaran Lingkungan oleh PT Indocement: Desak Penegakan Hukum dan Transparansi

Bandung Investigasi
Bandung Investigasi
30 Sep, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp



CIREBON – Gelombang protes bermunculan dari warga Kabupaten Cirebon terhadap dugaan pencemaran lingkungan yang diduga dilakukan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Perusahaan semen nasional tersebut dituding telah mencemari lingkungan selama bertahun-tahun tanpa ada tindakan tegas dari pemerintah maupun kontribusi yang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Keluhan utama warga mencakup debu tebal yang menyelimuti permukiman, jalanan, dan lahan pertanian di sekitar area operasional perusahaan, serta air yang tercemar dan berbau menyengat yang mengalir ke sawah dan perkampungan. Kondisi ini dianggap tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat dan merugikan perekonomian lokal.

Jupri, seorang aktivis lingkungan yang pernah dikenal publik atas keberhasilannya menggugat Toyota Astra Finance (TAF), menyuarakan kekecewaannya atas dampak lingkungan yang ditimbulkan. Ia menyebut, pencemaran yang diduga berasal dari limbah batu bara dan sampah industri Indocement telah meluas hingga jutaan hektare.

“Air yang seharusnya mengalir ke sawah dan permukiman kini berubah menjadi keruh, berbau, dan tidak layak pakai. Ini bukan sekadar pelanggaran, ini adalah bentuk kejahatan lingkungan yang nyata,” ujar Jupri saat ditemui di lokasi, Selasa, 30 September 2025.

Jupri tidak sendiri. Ia didampingi oleh tokoh masyarakat dan pemerhati lingkungan lainnya seperti Agung Sulistio, Agus Chepy Kurniadi, dan Uyun Saeful Yunus, SE., MM. Ketiganya menyatakan komitmen penuh untuk mengawal kasus ini hingga tuntas, termasuk mendorong proses hukum dan evaluasi terhadap kontribusi perusahaan terhadap PAD Kabupaten Cirebon.

Pemimpin Redaksi Sahabat Bhayangkara Indonesia, Agung Sulistio, menegaskan bahwa media tidak hanya bertugas sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pengawas publik (watchdog) terhadap kepentingan rakyat dan lingkungan hidup.

“Ini bukan hanya soal pencemaran, tapi soal keadilan sosial dan keberpihakan terhadap masyarakat yang menjadi korban industrialisasi tanpa regulasi yang adil. Media akan berdiri di garda depan untuk memastikan fakta tidak ditutupi, dan hukum tidak mandul di hadapan kekuasaan ekonomi,” ujar Agung Sulistio.

Agung juga mendesak agar pemerintah daerah dan instansi penegak hukum seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta Kepolisian, segera turun melakukan investigasi menyeluruh terhadap aktivitas perusahaan yang diduga telah berlangsung lebih dari dua dekade.

Secara hukum, dugaan pencemaran lingkungan ini memiliki dasar kuat. Merujuk pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH), disebutkan bahwa setiap orang atau korporasi dilarang membuang limbah berbahaya ke media lingkungan tanpa izin dan tanpa pengelolaan yang sesuai ketentuan.

Sanksi pidana bagi pelanggar diatur dalam Pasal 98, dengan ancaman penjara hingga 10 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar jika pencemaran menimbulkan korban manusia atau kerugian ekosistem yang luas.

Selain itu, aspek pertambangan batu bara dan penggunaan bahan baku industri turut diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba, serta ketentuan dalam KUHP mengenai perbuatan yang membahayakan keselamatan umum dan lingkungan.

Kritik juga diarahkan terhadap pemerintah daerah. Salah satu narasumber dari kalangan masyarakat menyebut, selama lebih dari 20 tahun beroperasi, PT Indocement diduga tidak memberikan kontribusi yang memadai terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Cirebon. Hal ini memperkuat dugaan bahwa ada pembiaran sistematis atas praktik yang merugikan rakyat.

“Masyarakat Gempol dan sekitarnya mengutuk keras tindakan ini. Kami menuntut transparansi dari pemerintah daerah dan akan memastikan proses hukum tidak berhenti di tengah jalan,” tegas narasumber yang enggan disebutkan namanya.

Sebagai bentuk keseriusan, warga mendesak dilakukannya audit lingkungan independen, melibatkan ahli dari lembaga-lembaga akademik dan LSM yang kompeten. Mereka juga meminta pendampingan hukum dari lembaga advokasi agar hak-hak masyarakat atas lingkungan yang bersih dan sehat, sebagaimana dijamin dalam Pasal 28H UUD 1945, dapat ditegakkan.

Kasus dugaan pencemaran lingkungan oleh PT Indocement di Cirebon bukan hanya persoalan teknis pengelolaan limbah, tetapi juga menyangkut hak konstitusional masyarakat, tanggung jawab sosial korporasi, serta transparansi pemerintah daerah. Tuntutan warga dan tokoh masyarakat agar hukum ditegakkan dan audit dilakukan secara terbuka menjadi panggilan moral bagi seluruh pemangku kepentingan.

Jika tidak ditangani serius, kasus ini berpotensi menjadi preseden buruk tentang bagaimana industri besar bisa beroperasi tanpa akuntabilitas yang memadai di negeri ini.


Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
vimeo Langganan
instagram Follow
rss Langganan
pinterest Follow

Featured Post

GUBERNUR JAWA BARAT SIBUK PENCITRAAN KE PROVINSI LAIN, AKTIVITAS GALIAN C DI KECAMATAN RUMPIN TERKESAN KEBAL HUKUM

Bandung Investigasi- Jumat, Oktober 23, 2026 0
GUBERNUR JAWA BARAT SIBUK PENCITRAAN KE PROVINSI LAIN, AKTIVITAS GALIAN C DI KECAMATAN RUMPIN TERKESAN KEBAL HUKUM
BOGOR, BANDUNGINVESTIGASI.COM - Miris. Di saat Gubernur Jawa Barat sibuk wara-wiri pencitraan dan blusukan ke provinsi lain, kondisi di kandang sendiri justr…

Berita Terpopuler

Diduga Jadi Sarang Mafia BBM Subsidi, Rest Area  KM.43 Balaraja Disorot: Negara Rugi, Rakyat Menjerit

Diduga Jadi Sarang Mafia BBM Subsidi, Rest Area KM.43 Balaraja Disorot: Negara Rugi, Rakyat Menjerit

Minggu, Oktober 18, 2026
Sosok Penjual Obat Tramadol Sebut Sudah Kordinasi, Kapolsek Garut Kota Tak Berdaya

Sosok Penjual Obat Tramadol Sebut Sudah Kordinasi, Kapolsek Garut Kota Tak Berdaya

Jumat, Oktober 16, 2026
Pererat Silaturahmi Dengan Ulama, Kapolsek Pamarayan Hadiri Pengajian Ulama dan Umara Tingkat Kecamatan Bandung

Pererat Silaturahmi Dengan Ulama, Kapolsek Pamarayan Hadiri Pengajian Ulama dan Umara Tingkat Kecamatan Bandung

Selasa, Oktober 20, 2026
Dugaan Transaksional dalam Penanganan Kasus Narkotika di Polsek Sukajadi Disorot

Dugaan Transaksional dalam Penanganan Kasus Narkotika di Polsek Sukajadi Disorot

Senin, Oktober 19, 2026
Misteri Kepulangan Dua Identitas di Yayasan Tri Hita, Keluarga Menjerit Harus Bayar 5Jt

Misteri Kepulangan Dua Identitas di Yayasan Tri Hita, Keluarga Menjerit Harus Bayar 5Jt

Senin, Oktober 19, 2026
Siswi SMK TASIKMALAYA Yang Hilang 10 Hari di Temukan di Apartemen PIK 2

Siswi SMK TASIKMALAYA Yang Hilang 10 Hari di Temukan di Apartemen PIK 2

Kamis, Oktober 15, 2026
Awas !!! Diduga Oknum Polisi Gadungan "Saya Bawahan Bang Ucok" Kapolda Jawa Barat Diminta Bertindak

Awas !!! Diduga Oknum Polisi Gadungan "Saya Bawahan Bang Ucok" Kapolda Jawa Barat Diminta Bertindak

Jumat, Oktober 16, 2026
DUGAAN PENAHANAN DUA RESIDEN DI YAYASAN TRI HITA PRABA BANDUNG DIPERTANYAKAN, ALASAN KONSUMSI TRAMADOL PERLU DIKLARIFIKASI

DUGAAN PENAHANAN DUA RESIDEN DI YAYASAN TRI HITA PRABA BANDUNG DIPERTANYAKAN, ALASAN KONSUMSI TRAMADOL PERLU DIKLARIFIKASI

Kamis, Oktober 15, 2026

Berita Terpopuler

Diduga Jadi Sarang Mafia BBM Subsidi, Rest Area  KM.43 Balaraja Disorot: Negara Rugi, Rakyat Menjerit

Diduga Jadi Sarang Mafia BBM Subsidi, Rest Area KM.43 Balaraja Disorot: Negara Rugi, Rakyat Menjerit

Minggu, Oktober 18, 2026
Sosok Penjual Obat Tramadol Sebut Sudah Kordinasi, Kapolsek Garut Kota Tak Berdaya

Sosok Penjual Obat Tramadol Sebut Sudah Kordinasi, Kapolsek Garut Kota Tak Berdaya

Jumat, Oktober 16, 2026
Pererat Silaturahmi Dengan Ulama, Kapolsek Pamarayan Hadiri Pengajian Ulama dan Umara Tingkat Kecamatan Bandung

Pererat Silaturahmi Dengan Ulama, Kapolsek Pamarayan Hadiri Pengajian Ulama dan Umara Tingkat Kecamatan Bandung

Selasa, Oktober 20, 2026
Dugaan Transaksional dalam Penanganan Kasus Narkotika di Polsek Sukajadi Disorot

Dugaan Transaksional dalam Penanganan Kasus Narkotika di Polsek Sukajadi Disorot

Senin, Oktober 19, 2026
Misteri Kepulangan Dua Identitas di Yayasan Tri Hita, Keluarga Menjerit Harus Bayar 5Jt

Misteri Kepulangan Dua Identitas di Yayasan Tri Hita, Keluarga Menjerit Harus Bayar 5Jt

Senin, Oktober 19, 2026
Siswi SMK TASIKMALAYA Yang Hilang 10 Hari di Temukan di Apartemen PIK 2

Siswi SMK TASIKMALAYA Yang Hilang 10 Hari di Temukan di Apartemen PIK 2

Kamis, Oktober 15, 2026
Awas !!! Diduga Oknum Polisi Gadungan "Saya Bawahan Bang Ucok" Kapolda Jawa Barat Diminta Bertindak

Awas !!! Diduga Oknum Polisi Gadungan "Saya Bawahan Bang Ucok" Kapolda Jawa Barat Diminta Bertindak

Jumat, Oktober 16, 2026
DUGAAN PENAHANAN DUA RESIDEN DI YAYASAN TRI HITA PRABA BANDUNG DIPERTANYAKAN, ALASAN KONSUMSI TRAMADOL PERLU DIKLARIFIKASI

DUGAAN PENAHANAN DUA RESIDEN DI YAYASAN TRI HITA PRABA BANDUNG DIPERTANYAKAN, ALASAN KONSUMSI TRAMADOL PERLU DIKLARIFIKASI

Kamis, Oktober 15, 2026
BandungInvestigasi.com

About Us

BandungInvestigasi.Com merupakan portal berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membukan wawasan secara luas.

Contact us: bandunginvestigasi867@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2024 BandungInvestigasi.Com
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber